Langsung ke konten utama

Prolog: Sajak Kamar Sebelah

 


SIAPA TOKOH FIGURAN INI?

Kata siapa di sini tak ada prolog? Kataku, ada. Semua hal ada awal dan entahlah, tapi pasti ada akhirnya meski kau tidak tahu kapan itu, dan blog ini bermula dari aku, yang hanyalah seorang figuran. Loh, bukan 'kah semua orang adalah tokoh utama dalam kehidupannya?

Source: Pinterest
Source Pinterest










Namun, aku memilih menjadi seorang figuran. Memilih? Ya, hidup itu pilihan. Terserah padaku. Aku merasa sebagian besar hidupku adalah untuk mengamati, bukan mengalami. Aku bukan antagonis yang akan berdrama dan bukan protagonis yang akan memperjuangkan.

Aku adalah seorang figuran. Hobiku adalah mengamati dan blog ini adalah tempatku berbagi kisah. Kalian mungkin tidak kenal orang-orang berbeda yang kisahnya akan kubawakan dalam bentuk kata ini. Namun, tak akan kusebut nama mereka dalam bentuk nyata. Melainkan hanya samar agar tak ada yang sadar. 

Di sini aku tidak akan menekankan 'tentang siapa', tetapi tentang 'bagaimana'. Ini bukan masalah siapa yang kita gosipkan, melainkan tentang proses yang bisa menjadi pelajaran dan pelipur lara bagi kita.

Kegundahan hati memang tidak sehat, tetapi, berbagi kisah tidaklah salah. Terkadang, mereka berharap. Meski tahu itu tidak mungkin, bisa saja hidup ini menjelma menjadi kisah Disney yang penuh keajaiban.

Tujuanku adalah untuk bercerita dalam bentuk kata sebagai hiburan kegundahan. Aku tahu, sebosan-bosannya hidupmu, ada sesuatu menyenangkan yang manis. Bahkan kisah ajaib sekalipun memiliki persentase sekitar 20% dari kisah nyata. Mungkin (?) Lagipula, daripada kalian hidup dalam hal-hal tak nyata dan berdrama, mungkin ada baiknya kalian baca saja sajak ini atau biarkan aku tahu kisahmu untuk ditulis.

Aku menemui beberapa tokoh yang selalu hidup dalam imajinasinya, membagikan kisah yang bahkan entah benar atau tidak. Ada baiknya, imajinasinya dijadikan tulisan. Setidaknya, melatih kemampuan berbahasa. Bukan melatih kemampuan berdusta.

Dari sana, kalian tahu 'kan ini bukan blog yang berisi pengalaman horor ataupun kuliner? Ini blog tentang sebuah sajak yang aku perkenalkan dalam judul Sajak Kamar Sebelah.

Jikalau kau berminat membagi kisahmu, katakan saja. Jikalau kau ingin menjadi temanku, hubungi saja. Dari sekian panjangnya hal yang aku perkenalkan, aku sampai lupa memperkenalkan siapa tokoh figuran yang tengah menarikan pena-nya di atas keyboard untuk bercerita.

Aku Natalia, si tokoh figuran pembagi kisah.


Salam kenal,



Sajak Kamar Sebelah.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Episode 1 : Tentangmu, Bukan Aku

  Source: Pinterest TETANG LANA :  Terlalu Indah  Untuk Nyata Ini tentang seorang temanku. Ilana Aurora namanya, dipanggil Lana. Ia tersenyum kala itu. Mendengarkan cerita dari pemuda yang duduk di hadapannya. Pemuda wibu yang entah bagaimana selalu mencari Lana untuk membagikan rasa bahagianya.  Melihat wajah bahagia pemuda yang sudah jelas disukainya itu membuatku terkadang tak habis pikir dengan gadis satu ini. Bisa-bisanya, ia masih tersenyum sekalipun tahu sang pemuda tengah menceritakan mengenai orang yang telah mencuri hati pemuda itu, mendahului Lana. Sialnya lagi, kini Lana terlihat persis seperti orang bodoh yang mau-mau saja memberikan saran jika sang pemuda meminta saran darinya. Berkali-kali kata 'lagi' terucap untuk tindakan Lana kepada sahabatnya ini dan berkali-kali kata 'tetapi' menghadang kebahagiaan Lana. Memang, menyukai tak seindah novel. Apalagi bila sudah terjerat dalam hubungan persahabatan.  Basi ceritanya? Iya, memang. Nyaris semua oran...